Tentang Musik Grunge dan Stylenya

Tentang Musik Grunge dan Stylenya – Grunge (seringkali disebut juga Seattle Sounds) termasuk dalam subgenre rock altenative. Mulai dikenal sepanjang pertengahan 1980an di Washington, lebih tepatnya di Seattle. Adapun, dipercaya dari berbagai sumber bahwasannya Mark Arm, vocalis band Green River dan kemudian berganti menjadi Mudhoney, adalah orang yang pertama kali menggunakan kata grunge untuk menyebut jenis musik tertenrtu. Mark Arm pertama kali menggunakan kata tersebut sekitar tahun 1981. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif, dengan fokus penelitian yaitu pengetahuan tentang grunge, alasan tergabung dalam anggota kelompok kaum kucel, identitas grunge dan gaya hidup grunge.

Tidak seperti objek subkultur lainnya yang sudah memiliki “nama” ditengah masyarakat, grunge masih samar dan jarang diketahui oleh publik. Saat menginjak pertengahan tahun 1980-an, di Kota Seattle, AS, Grunge dilahirkan dan kemudian berkembang. slot indonesia

Tentang Musik Grunge dan Stylenya

Grunge sendiri terbentuk sebagai percabangan dari genre musik punk rock, heavy metal, dan indie rock. Grunge umumnya dikenali melalui suara distorsi gitar yang berat dan lirik melankonis atau apatistik. . Aliran musik ini pertama kali diperkenalkan oleh salah satu band legendaris, Nirvana.

Kurt Cobain dan Nirvana adalah dua hal pertama yang mungkin langsung terlintas ketika mendengar grunge. Di negara Indonesia, grunge memang kalah besar dan kurang bersinar apabila dibandingkan dengan komunitas subkultur lainnya seperti punk, rock, indie, atau bahkan k-pop sekalipun.

Akan tetapi, sepak terjang komunitas minor ini ternyata cukup menarik untuk disimak. Hal tersebut lantaran grunge bersikap independen walau harus bertahan dalam arus musik yang kompetitif.

Grunge tidak lahir dengan sendirinya. Sebagai suatu aliran yang subkultur, budaya grunge sendiri berinduk pada gaya music hardrock yang populer pada era 70-an. Lalu, sentuhan musik punk yang terlebih dahulu tenar digabungkan kedalam konsep hardrock tersebut.

Selain daripada komposisi musiknya, para musisi grunge menganggap aktivitas bermusik mereka hanyalah sekedar hobi. Tidak ada maksud komersial apalagi industrialisasi yang menjadi alasan mengapa mereka bermusik. Mereka (musisi grunge) cukup senang apabila musiknya diproduksi ulang melalui dapur rekaman dan diedarkan. Mereka menganggap hal itu bagian dari apresiasi publik terhadap karyanya.

Genre musik, sedikit banyak pasti akan mempengaruhi terhadap gaya hidup. Selayaknya musik punk yang penggemarnya dicirikan dengan tatanan busana ala gothic¸ atau jazz yang memiliki citra rapi dengan setelan tuksedo yang necis. Grunge pun mempunyai caranya sendiri dalam memadu padankan antara musik gaya hidup penggemarnya.

Ciri khas dari grunge ialah gaya hidup yang erat kaitannya dengan sampah. Mereka memilih untuk memakai pakaian bekas layak pakai dibanding membeli pakaian baru ber-merk, makan dari sisa-sisa makanan, hidup berdasarkan tunjangan sosial atau mengamen, tidur dan mabuk di trotoar atau bangku-bangku taman, dan tindakan lainnya yang oleh masyarakat dianggap kurang pantas.

Namun kebanyakan mereka yang memilih grunge tidak ingin disebut grunge jika dilihat dari latar belakang mereka yang buruk. Komunitas ini merasa lebih dihargai apabila publik melihat hidup mereka sebagai bentuk kesederhanaan, dan mengapresiasi karya mereka.

Grunge yang mulanya berawal dari sebuah aliran musik, kini semakin luas di gemari. Orang-orang yang merasa hilang ditengah budaya yang ada, kembali menemukan jati dirinya didalam grunge.

Nyatanya bagi orang-orang dalam komunitas yang mengelu-elukan Nirvana dan bernyanyi lagu “smells like teen spirit”, grunge sendiri merupakan pilihan hidup yang sesuai dengan naluri mereka, tentang kejiwaan, redup, kebebasan, kemarahan dan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan.

Para musisi melalui musik grunge memberi pemahaman dan nilai-nilai, betapa grunge itu ada walaupun tak dibicarakan. Karena grunge tercipta melalui hati dan pilihan dari para pecintanya, bukan di teriakkan esensinya agar lebih dikenal dunia.

Ingin Bergaya Grunge? Coba Pakai 5 Fashion Items Ini :

Tentang Musik Grunge dan Stylenya

Sejalan berjalannya waktu, tentu saja fashion items yang identik dengan grunge style terus bertambah. Pada saat ini, grunge style tidak hanya identik dengan style urakan. Grunge style ternyata juga dapat terlihat glamor, feminin, hingga mewah. Jika kamu tertarik untuk mencoba gaya grunge, lima fashion items di bawah ini tidak boleh terlewatkan.

1. Nuansa serba gelap pada setiap fashion items

Fokuslah pada warna gelap. Grunge pada dasarnya sangat identik dengan warna hitam. Era sekarang, grunge style bisa dikombinasikan dengan warna abu-abu atau warna netral lainnya.

Bahkan tidak jarang ada yang mencoba mengkombinasikan gaya ini dengan warna terang. Yang penting, warna gelap harus menjadi yang paling dominan. Selain itu gaya layering adalah faktor yang sangat penting untuk tampilan grunge.

Usahakan kamu bisa memainkan layer bajumu, mulai dari kaos, flanel, hingga jaket. Kamu juga bisa memainkan layer pada bawahan yang dikenakan, misalnya menggunakan stocking beserta denim shorts.

2. Atribut Bergaya Denim

Perbanyak koleksi serba denim. Tidak hanya celana jeans, ada baiknya kamu mulai mengoleksi jaket denim, vest denim, atau celana pendek denim. Lebih bagus lagi kalau koleksi denimmu termasuk denim dengan model yang robek, terlihat pudar, dan lusuh. Jika kamu bosan dengan tampilan denim, kamu bisa sesekali beralih pada legging atau stocking.

Style grunge juga bergantung pada riasan makeup. Biasanya cewek dengan style grunge akan memiliki riasan smokey, dengan bagian mata dan bibir memakai warna gelap. Tapi kalau lipstick, mungkin kamu bisa mencobanya dengan mengenakan warna gelap seperti cokelat terlebih dahulu.

3. T-shirt bergambar rock band

Sama dengan asal muasalnya, susah rasanya membayangkan grunge style tanpa sebuah kaos band. Cobalah mempunyai kaos dengan graphic lambang band atau yang berbau rock band lainnya.

Kaos band ini pun sempat menjadi tren di kalangan para selebriti dunia, lho. Selebriti terkenal seperti Kendall Jenner dan Gigi Hadid pun pernah terlihat mengenakan kaos band ini namun diberikan twist agar terlihat lebih glamor dan modern.

Selain kaus graphic, grunge style juga membutuhkan flannel untuk kamu yang ingin terlihat lebih chic. Untuk kamu yang ingin tampil lebih feminin mungkin bisa mencoba menggunakan cropped top sebagai dalaman flanel.

4. Detail aksesori pendukung

Aksesori adalah hal penting yang wajib dimiliki kalau kamu ingin tampil grunge. Detail atau aksesori yang identik dengan grunge adalah berupa rantai berbahan metal, gelang dengan unsur spikes, aksen zipper atau ritsleting, studs, dan detail berwarna metalik lainnya.

Sangat disarankan agar jangan terlalu berlebihan ketika mengenakan aksesori pendukung ini, ya. Karena jika berlebihan pun akan membuat tampilanmu terlihat norak. Jadi sebaiknya pilih saja salah satu aksesori yang akan kamu pakai.

5. Alas kaki berupa sneakers atau sepatu boots it’s a must!

Lupakan sepatu heels cantikmu dan beralihlah pada sepatu sneakers atau boots yang cenderung berwarna hitam. Grunge style sangat identik dengan kenyamanan. Maka, jangan sampai kamu memakai sepatu yang membuat gaya kamu malah tambah ribet!

Continue Reading

Share